Pelatihan PeTIK 2008 di Kota Kuala Kapuas bag-1

Setelah +/- satu bulan (mulai 23 Juli 2008) kegiatan di tiga kota (Palangka Raya, Pangkalan Bun, Sampit), kota Kuala Kapuas adalah tempat terakhir pelaksanaan Pelatihan PeTIK 2008 wilayah Kalimantan Tengah.

 

Dipusatkan di Laboratorium Komputer SMA Negeri 2 Kuala Kapuas, kegiatan diawali dengan registrasi peserta yang terdiri dari guru-guru sekolah/ madrasah dari kota Kuala Kapuas dan sekitarnya. Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Staf dari PUSTEKKOM Jakarta, pejabat dari Balai Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Kepala SMA Negeri 2 Kuala Kapuas, dan –yang pasti- ST Kalteng.

 

Sambutan pertama disampaikan oleh Jasmen Panjaitan, S.Pd. dari PUSTEKKOM. Dalam sambutannya, Jasmen antara lain mengatakan perkembangan teknologi dewasa ini memberikan peluang kepada guru untuk menggunakan berbagai metode dalam menyampaikan materi pembelajaran. Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan salah satu sarana yang tepat untuk membantu mengembangkan berbagai metode pembelajaran. Melalui kegiatan ini peserta diharapkan mampu meningkatkan profesionalismenya dan bahkan mampu ’menularkan’ pengetahuan TIK nya kepada rekan/guru yang lain. Hasil dari kegiatan ini peserta yang lulus akan mendapatkan predikat sebagai Master Trainer.

 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Fredrik Timbung, SH. menyambut baik berlangsungnya kegiatan ini, karena akan membantu peningkatan kemampuan guru di kabupaten Kapuas. Kepala Dinas juga mengucapkan terima kasih kepada pihak PUSTEKKOM Jakarta dan BTKIP Provinsi Kalimantan Tengah yang telah menunjuk kota Kuala Kapuas sebagai salah satu tempat kegiatan PeTIK 2008. ”Bapak/Ibu guru sekarang tidak lagi sebagai satu-satunya sumber informasi, tetapi lebih banyak sebagai fasilitator dalam proses belajar-mengajar. Oleh karena itu tidak menuntup kemungkinan ada siswa yang ’lebih pintar’ dari gurunya, karena kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Di bagian lain, Kepada Dinas mengatakan bahwa kualitas sumber daya manusia sangat mempengaruhi kemajuan suatu bangsa. Menghadapi tantangan global dewasa ini, Indonesia harus bisa ’menjual’ tenaga ahli, jangan hanya ’maaf’ TKI saja bakan ’lagi-lagi maaf’ malah menjual tanah (dan) air, maksudnya tana (pasir) dan kekayaan alam lainnya. Di bagian akhirnya sambutannya, Kepala Dinas mengucapkan selamat berlatih, semoga pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan di sekolah.

 

Di kota Kuala Kapuas ini kegiatan diikuti oleh 36 orang peserta. Seperti biasa usai acara pembukaan dilanjutkan dengan penjelasan singkat mengenai modul-modul yang akan digunakan dalam pelatihan ini. Kegiatan hari pertama ini diawali dengan presentasi –selingan- dari Jasmen Panjaitan mengenai Kiat menjadi Orang Sukses, yang cukup mendapat sambutan positif dari peserta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: