Rp. 6000

Why termasuk salah satu orang yang ‘No Comment’ dengan isu kenaikan harga BBM baik Dalam Negeri apalagi Luar Negeri. Dalam Negeri, hebohnya rencana kenaikan harga BBM tentu saja menimbulkan reaksi yang hampir seragam, MENOLAK di kalangan masyarakat, TERPAKSA bagi pemerintah.

MENOLAK, karena tentu saja akan semakin menambah ‘beban’ ekonomi dan sosial semakin berat karena akan dibarengi dengan kenaikan SEMBAKO (sembilan bahan kebutuhan pokok) yang ujung-ujungnya mungkin menjadi ‘SEMBAKO’ (sembilan bahan kebutuhan kosong). TERPAKSA, karena dengan melonjaknya harga BBM dunia akan menambah beban APBN(-P) yang sedang dan akan berjalan. Alasan bagi yang menerima dan menolak yang paling mudah memang dilihat dari HITUNGAN MATEMATIK, KALKULASI MATEMATIK. Jika (mau) diambil sisi positifnya, berbagai persoalan bangsa ini MUNGKIN sebagai peringatan dari Pencipta agar kita mau sedikit kreatif agar kehidupan bangsa tetap SUR5.

Sikap No Comment itu sedikit goyah setelah motor butut why tiba2 meraung-raung kehausan (BBMnya abis) di tengah perjalanan menuju tempat kerja. Dengan sedikit wajah berkerut akhirnya itu motor didorong ke pangkalan BBM eceran. Klo biasanya dipapan harga tertera Rp. 5500, eh ternyata jadi Rp. 6000…. yah… gimana lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: